Air Mata Bunda

“ Mas, stripnya 2! ” tegas istriku, sumringah

“ Ah yang bener? ” tanyaku ragu

Pagi itu, 27 Ramadhan, kami harus membeli dua kali test peck untuk memastikan apakah istriku benar-benar hamil.

Ingatanku tertuju pada bulan-bulan awal kami mengarungi bahtera rumah tangga ini. Seperti pasangan muda lainnya, semuanya terasa begitu indah. Namun, ada satu yang membuaku gelisah, masalah di sebuah organ tubuhku yang aku khawatirkan berpengaruh terhadap sistem reproduksi. Apalagi, dokter spesialis di sebuah rumah sakit swasta di Depok menyarankan untuk dilakukan pembedahan. Cemas menerpa, terbayang apakah kami bisa cepat mempunyai keturunan. Kendati untuk masalah ini, kami yakin semuanya sudah tersuratkan. Saya berusaha memaksimalkan ikhtiar, mencari second opinion ke sebuah rumah sakit pemerintah rujukan nasional di Jakarta.

“ Semuanya normal! Tidak ada masalah! “ kata seorang dokter muda.

“ Yang benar, dok? “ kataku tidak yakin.

Sampai-sampai sang dokter muda perlu memanggil seniornya untuk memastikan bahwa tidak ada masalah dengan organku. Jawaban sang dokter ini juga sama dengan juniornya. Karena aku masih tidak percaya, kedua dokter ini pun mendatangkan dokter tersenior sekaligus guru besar universitas negeri ternama itu untuk meyakinkan diriku.

“ Tidak apa-apa, ini semuanya berfungsi baik! “ tegas sang dokter sepuh tersebut

“ Tapi dok,...!” sanggahku, sambil mengulangi penjelasan dokter rumah sakit swasta dua bulan lalu.

“ Ah, ga bener itu, ga perlu! “ jawab dokter, santai. “ Saran saya, tidak perlu yang namanya pembedahan, organnya mampu menjalankan fungsinya!” tambah dokter

Jawaban dokter senior ini benar-benar membuatku tenang. Rasanya ingin cepat pulang, mengabarkan istriku tentang penjelasan tim dokter rumah sakit yang berlokasi di Salemba itu.

Sejak itu, aku dan istriku berupaya memaksimalkan ikhtiar dan doa, menanti kehadiran si kecil di tengah-tengah kami. Hingga akhirnya, Ramadhan 2010, angin kebahagiaan berhembus senyap. Bulan penuh rahmat Allah itu menghadirkan jawaban ikhtiar dan doa-doa kami.

(bersambung)


Komentar

Postingan Populer