Lelah Bercampur Nikmat bersama Shafa

Ada kenikmatan sekaligus kelelahan dibalik hadirnya si kecil Shafa. Kehidupanku mulai berubah sejak April lalu. Bukan sekedar status baru, Ayah, tapi peran dan tanggungjawab baru tentunya. Apalagi Shafa yang sempat dirawat setelah lahir mengalami “bingung puting” hingga harus menggunakan susu formula. Tiga bulan awal sejak Shafa lahir adalah ujian yang berat bagi ayah. Saya harus menemani sang bunda begadang, mengganti popok, membuat susu dan menyusukan Shafa atau sekedar menemani Shafa melek. Kalau bunda dapat cuti hamil, ayah melakoninya sambil bekerja shift. Mata merah, wajah lecek, langkah gontai, tubuh kurang gairah menghiasi hari-hari bekerja di kantor.

Kini Shafa sudah 6 bulan lebih. Tidur sudah teratur, tidak terlalu rewel, dan pasti sedang lucu-lucunya. Tugas ayah masih sama seperti dulu, ditambah memandikan plus mengoleskan minyak telon,membedaki, dan menyalinkan baju. Soalnya si bunda masih takut memandikan Shafa. Ayah juga lebih banyak waktu di rumah karena sering berangkat kerja sore atau malam. Jadilah hari-hari Shafa bersama ayah. Ganti celana hingga 10 kali karena pipis, bolak-balik ke kamar mandi untuk cebok sehabis ee’, mimi, terus tidur siang sampe memandikan di waktu sore plus bomi (bobo sambil mimi) sore jadi rutinitas harian yang ayah lakoni. Terkadang ada kejenuhan, tapi coba diusir sambil membayangkan kelelahan ini sebuah amal kebaikan yang ada hisabnya di hari pembalasan.

Salam cinta dari ayah untuk anak tersayang, Shafa Khairatun Hisan

Komentar

Postingan Populer